Anda pernah melihat sistem penyiram api atau fire sprinkler sebelumnya, tapi mungkin hanya di film. Mereka bisa sangat berguna dalam mencegah kerusakan akibat kebakaran dan menyelamatkan nyawa dalam beberapa kasus. Dengan alat penyiram api perumahan yang sedang tren sekarang ini, mungkin perlu untuk membahas beberapa mitos dasar yang terkait dengan alat penyelamat ini.

Mitos # 1: Kerusakan air dari sistem sprinkler akan lebih luas daripada kerusakan akibat kebakaran. Ini lebih merupakan kewajiban daripada bantuan.

Fakta: Sama sekali tidak benar! Jika api dibiarkan menyebar maka akan terjadi kekacauan. Kerusakan air adalah alternatif yang jauh lebih disukai. Sistem sprinkler juga jauh lebih tidak intens dibandingkan metode pemadam kebakaran. 8-24 galon air yang dilepaskan per menit oleh sistem sprinkler tidak ada artinya jika dibandingkan dengan 80-125 galon yang dikeluarkan per menit oleh selang kebakaran rata-rata yang digunakan oleh departemen pemadam kebakaran.

Mitos # 2: Hanya api dapur kecil yang akan memicu semua kepala sprinkler di rumah.

Fakta: Insinyur mengetahui masalah ini saat membuat kepala sprinkler dalam ruangan untuk menangani kebakaran rumah. Kepala sprinkler diaktifkan secara individual oleh suhu api di atas 155 derajat. Faktanya, sebuah penelitian yang dilakukan selama 80 tahun tentang alat penyiram otomatis, ditemukan bahwa 82% kebakaran rumah dapat diatasi hanya oleh dua atau lebih kepala alat penyiram.

Baca Juga: Pengisian Apar

Mitos # 3: Detektor asap memberikan banyak perlindungan.

Fakta: Detektor asap tidak menghentikan api. Mereka memperingatkan Anda dan anggota keluarga Anda untuk meninggalkan daerah tersebut, bukan menjadi petugas pemadam kebakaran. Selain itu, detektor asap diketahui gagal membunyikan alarm karena baterai mati atau dilepas. Pastikan untuk melindungi rumah Anda dua kali dengan memasang detektor asap dalam kondisi kerja yang baik bersama dengan sistem penyiram api untuk memadamkan api.

Mitos # 4: Alat penyiram terlalu mahal untuk dipasang. Itu tidak layak.

Fakta: Sebenarnya, karena meningkatnya permintaan alat penyiram kebakaran rumah, harganya pun menjadi turun. Pemasang sprinkler api rata-rata hanya sekitar Rp.40.000 per kaki persegi area sprinkler. Selain itu, sebagian besar perusahaan asuransi menawarkan insentif bagi pemilik rumah yang memilih memasang alat penyiram api. Jadi tidak hanya alat penyiram api akan membantu menyelamatkan harta benda dan nyawa, kompensasi uang juga dapat diberikan.

Mitos # 5: Alat penyiram api mungkin menguntungkan, tetapi bisa juga merugikan.

Fakta: Stigma ini mungkin dimulai oleh pemilik rumah yang hanya terpapar alat penyiram komersial. Penyiram perumahan jauh lebih terpisah. Ada beberapa opsi pemasangan seperti menyembunyikan alat penyiram di belakang piring, memasangnya di dinding, dan membuatnya rata dengan langit-langit. Apapun preferensi Anda, ingatlah bahwa ada pilihan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Mitos # 6: Alarm asap mematikan alat penyiram api. Jika alarm saya tidak berfungsi, saya tidak ingin air masuk ke seluruh rumah saya.

Fakta: Penyiram api dan sistem alarm asap diaktifkan secara independen. Kepala sprinkler diaktifkan dengan panas, tetapi tidak dengan cara apa pun terhubung ke alarm kebakaran Anda. Itu akan membuat frustasi! Karena alarm asap hanya mengeluarkan suara peringatan, Anda dapat yakin bahwa alarm kebakaran yang sensitif tidak akan memicu kerusakan air dari alat penyiram.

Simak Juga: Isi Ulang Tabung Pemadam

Tags: