SEJARAH SINGKAT RUMAH Bagian.2

Rumah Romawi

Di Roma, orang-orang miskin tinggal di flat-flat yang disebut insulae. Beberapa besar setidaknya setinggi lima lantai. Tetapi mereka tak jarang dibangun dengan buruk, dan dinding mereka kadang-kadang retak dan atapnya ambrol. Kebanyakan orang tinggal di satu atau dua kamar saja. Perabotan betul-betul mendasar. Beberapa-kamar dipanaskan oleh arang yang dibakar di anglo. Penduduk menerapkan kamar kecil lazim. Beberapa besar air didapatkan dari air mancur dan palung publik. Terlalu membahayakan bagi penghuni insula untuk memasak di dalam ruangan dan mereka wajib membeli makanan panas dari kios.

Di Roma Inggris, orang-orang kaya membangun vila yang mencontoh bangunan Romawi dan mereka merasakan kemewahan seperti mosaik dan pun wujud pemanas sentral yang disebut hypocaust. Bangsa Romawi yang kaya juga mempunyai lukisan dinding yang disebut mural di rumah mereka. Di jendela mereka mempunyai panel kaca. Tentu saja orang Romawi yang lebih miskin tak mempunyai hal-hal ini. Rumah-rumah mereka simpel dan simpel dan wujud utama dari pemanas yaitu anglo.

Rumah Saxon

Orang Saxon tinggal di gubuk kayu dengan atap jerami. Lazimnya cuma ada satu kamar yang dipakai oleh segala orang. (Orang-orang miskin berbagi gubuk dengan binatang yang dipisahkan oleh layar. Selama musim dingin, panas tubuh binatang menolong menjaga gubuk konsisten hangat). Thanes dan para pengikutnya tidur di daerah tidur, melainkan orang-orang termiskin tidur di lantai. Tak ada panel kaca di jendela, pun di auditorium Thane dan tak ada cerobong asap. Lantai dari tanah atau kadang-kadang digali dan menempatkan lantai kayu di atasnya. Tak ada karpet.

Artikel terkait : Sewa Rumah

Rumah Petani Di Abad Pertengahan

Rumah-rumah petani yaitu pondok kayu simpel. Mereka mempunyai pigura kayu yang diisi dengan pial dan memulaskan (potongan kayu dijalin bersama dan ditutupi ‘plester’ dari bulu binatang dan tanah liat). Tetapi di sebagian komponen negara pondok terbuat dari batu. Pondok-pondok petani berwarna putih atau dicat dengan warna-warna cemerlang. Orang-orang termiskin tinggal di gubuk satu kamar. Petani yang sedikit lebih bagus hidup di gubuk dengan satu atau dua kamar. Tak ada panel kaca di jendela cuma daun jendela kayu, yang ditutup pada malam hari. Lantai dari tanah keras kadang-kadang tertutup jerami untuk kehangatan.

Di tengah gubuk petani Abad Pertengahan yaitu api yang dipakai untuk memasak dan memanaskan. Tak ada cerobong asap. Perabotan apa bahkan betul-betul mendasar. Beberapa-tempat duduk itu betul-betul mahal dan tak ada petani yang sanggup membelinya. Sebaliknya mereka duduk di kursi atau kursi. Mereka akan mempunyai meja kayu simpel dan peti untuk menaruh baju dan barang berharga lainnya. Alat dan bejana tembikar digantung di kait. Para petani tidur di atas jerami dan mereka tak punya bantal. Sebaliknya mereka meletakkan kepala mereka di atas balok kayu. Pada malam hari di musim panas dan sepanjang hari di musim dingin para petani berbagi gubuk dengan binatang mereka. Beberapa disaring untuk ternak. Panas tubuh mereka menolong menjaga gubuk konsisten hangat.

Rumah Orang Kaya Di Abad Pertengahan

Normandia, pada mulanya, membangun istana kayu. Pada permulaan abad ke 12 batu menggantikan mereka. Di kota-kota, saudagar kaya mulai tinggal di rumah-rumah batu. (Orang lazim pertama yang tinggal di rumah batu yaitu orang Yahudi. Mereka wajib tinggal di rumah batu untuk keselamatan).

Di Saxon kali seorang pria kaya dan semua keluarganya tinggal bersama di satu auditorium besar. Pada Abad Pertengahan auditorium besar masih menjadi sentra sebuah kastil melainkan tuan mempunyai kamarnya sendiri di atasnya. Ruangan ini disebut sang surya. Di dalamnya tuan tidur di daerah tidur, yang dikelilingi oleh tirai, bagus untuk privasi dan untuk menghindari angin. Bangku keluarga tuan yang lain, seperti para pelayannya, tidur di lantai auditorium besar. Di salah satu atau kedua ujung auditorium besar ada perapian dan cerobong asap. Pada Abad Pertengahan cerobong asap yakni barang mewah. Seiring berjalannya waktu mereka menjadi lebih lazim melainkan cuma minoritas kecil yang sanggup membelinya. Tentu saja tak ada petani yang sanggup membelinya.

Sekitar 1180 untuk pertama kalinya semenjak orang-orang kaya di Roma mempunyai kaca di jendela. Pada awalnya gelas betul-betul mahal dan cuma orang kaya yang sanggup membelinya, melainkan pada akhir abad ke-13 dan permulaan abad ke-14 kelas menengah mulai mempunyai kaca di sebagian jendela mereka. Orang-orang yang tak sanggup membeli kaca dapat menerapkan potongan tanduk tipis atau potongan linen yang direndam dalam lemak atau resin yang tembus sinar. Di sebuah kastil, kamar kecil atau garderobe yaitu saluran yang dibangun di atas ketebalan dinding. Beberapa itu terbuat dari batu. garderobe segera dikosongkan ke parit!

 

Baca juga : Sewa Kantor