SEJARAH SINGKAT RUMAH Bagian.1

Manusia zaman es hidup di gua-gua sebagian waktu melainkan mereka juga membikin kemah dari kulit mammoth. Tulang raksasa dipakai sebagai penunjang. Mereka mengenakan sepatu bot, celana panjang dan anoraks yang terbuat dari kulit hewan. Dikala zaman es usai, metode hidup baru diawali. Pada 8.000 SM orang-orang di Timur Tengah mulai bertani. Makanan dimasak dalam oven tanah liat. Orang-orang Yerikho tahu metode membikin batu bata yang dijemur dan mereka memakainya untuk membikin rumah dengan pintu harmonika.

Sekitar 7.000 SM orang baru tinggal di Yerikho dan mereka sudah belajar membikin mortir. Mereka memakainya untuk melapisi dinding dan lantai. Catal Huyuk yaitu salah satu kota pertama di dunia. Itu dibangun di daerah yang kini Turki sekitar 6.500 SM tak lama sesudah pertanian diawali. Catal Huyuk mungkin mempunyai populasi sekitar 6.000. Di Catal Huyuk rumah-rumah terbuat dari batu bata lumpur. Rumah-rumah dibangun saling bersentuhan. Mereka tak mempunyai pintu dan rumah dimasukkan melewati lubang di atap. Agaknya mempunyai pintu masuk di atap lebih aman ketimbang memilikinya di dinding.

Di Catal Huyuk tak ada panel kaca di jendela dan rumah-rumah tak mempunyai cerobong asap. Sebaliknya cuma ada lubang di atap untuk mengeluarkan asap. Rumah-rumah di dalam diplester dan tak jarang dicat mural orang dan binatang di dinding. Orang-orang tidur di platform. Di Catal Huyuk, orang mati dimakamkan di dalam rumah. (Walaupun mereka mungkin sudah terpapar di luar untuk dimakan oleh burung nasar khususnya dulu).

Catal Huyuk

Pada 4.000 SM pertanian sudah menyebar ke semua Eropa. Dikala orang-orang mulai bertani, mereka stop tinggal di kemah-kemah yang terbuat dari kulit hewan dan mereka mulai tinggal di gubuk-gubuk yang terbuat dari batu atau gelambir dan memulas dengan atap jerami. Orang-orang Zaman Perunggu tinggal di gubuk kayu bundar dengan atap jerami.

Rumah Kuno

Peradaban pertama timbul di Sumeria (yang kini Irak). Ada sejumlah negara kota. Tiap kota mempunyai dewa pelindung dan raja dianggap sebagai wakilnya di bumi. Di bawah raja ada para ningrat dan pedagang kaya yang hidup nyaman di rumah-rumah besar dengan banyak kamar. Rumah mereka bertingkat dua dan mereka dibatasi di sekitar halaman. Tetapi orang miskin tinggal di gubuk simpel.

Peradaban lain timbul di Jurang Indus. Pusatnya yaitu kota Mohenjo-daro. Kota itu terdiri dari dua komponen. Di komponen tengah ada benteng. Itu berisi pemandian lazim dan ruang pertemuan. Itu juga mengendalikan lumbung daerah gandum disimpan. Komponen bawah kota mempunyai jalan-jalan yang diberesi dalam pola grid. Rumah-rumah itu 2 atau pun 3 lantai dan terbuat dari batu bata sebab batu tak umum di tempat itu. Batu bata berukuran standar dan peradaban Jurang Indus mempunyai muatan dan ukuran standar. Jalur mempunyai jaringan saluran air.

Istana Minoan

Orang Minoa yaitu peradaban permulaan di pulau Kreta. Orang Minoa tenar dengan istana di Knossos (walaupun ada istana lain di Mallia, Zakro dan Phaistos). Istana di Knossos dibangun di sekitar halaman tengah. Di lantai dasar istana yaitu zona penyimpanan. Di dalamnya biji-bijian dan minyak zaitun disimpan dalam toples tanah liat besar yang disebut pithoi.

Lantai atas istana yaitu daerah tinggal dan mereka mewah. Sumur ringan membolehkan udara jelas dan dingin. Kolom kayu dicat merah langit-langit yang disupport. Lukisan dinding dilukis di dinding. Kadang-kadang manusia dilukis melainkan tak jarang hewan laut seperti lumba-lumba ditampilkan. Sebagian kamar di istana Knossos dilapisi dengan pualam. Istana di Knossos mempunyai kamar mandi dan pun kamar kecil pembilasan. Tentu saja, cuma minoritas kecil yang hidup dalam kemewahan seperti itu. Kebanyakan orang tinggal di gubuk batu simpel dari satu atau dua kamar.

Rumah-rumah Mesir

Orang Mesir yang kaya tinggal di rumah-rumah besar dan nyaman dengan banyak kamar. Dinding dicat dan lantai mempunyai ubin berwarna. Beberapa besar rumah kaya mempunyai taman tertutup dengan kolam. Di dalam rumah mereka, orang Mesir yang kaya mempunyai perabotan kayu seperti daerah tidur, tempat duduk, meja, dan peti untuk penyimpanan. Tetapi bukannya bantal mereka menerapkan sandaran kepala kayu.

Kamar terdiri dari pot tanah liat yang diisi pasir. Itu dikosongkan secara teratur. Orang-orang umum tinggal di rumah-rumah simpel yang terbuat dari batu bata lumpur dengan mungkin empat kamar. Orang-orang mungkin tidur di atap datar saat panas dan mereka menjalankan beberapa besar profesi mereka di luar sebab panas. Perabotan betul-betul mendasar. Orang Mesir umum duduk di kursi batu bata di sekitar dinding. Mereka menerapkan peti buluh atau pasak kayu di dinding untuk menaruh barang-barang di folding gate.

Pada abad ke-6 SM kota Babel membangun Kekaisaran di Timur Tengah. Orang-orang umum di Babel tinggal di gubuk simpel yang terbuat dari batu bata lumpur kering. Tetapi apabila pemiliknya kaya, mereka mungkin mempunyai tingkat atas. Orang kaya tinggal di istana dengan halaman tengah. Dinding dihiasi dengan mural yang dilukis. Malah ada kamar mandi dengan pipa untuk drainase.

Rumah Yunani

Rumah-rumah Yunani umumnya simpel dan simpel. Mereka terbuat dari batu bata lumpur yang dilapisi plester. Atapnya terbuat dari ubin tembikar. Windows tak mempunyai kaca dan cuma lubang di dinding. Orang miskin tinggal di satu, dua atau tiga kamar saja. Orang-orang Yunani kaya tinggal di rumah-rumah besar dengan sebagian kamar. Lazimnya mereka dibatasi di sekitar halaman dan mereka tak jarang mempunyai lantai atas dengan pintu rolling door. Lantai bawah yaitu dapur dan ruang makan (disebut andron). Semacam juga ruang tetamu. Di lantai atas ada kamar tidur dan kamar untuk wanita yang disebut gynoecium (para wanita menenun kain di sana dan juga memakan makanan mereka di sana jauh dari para pria).

Rumah Persia

Kompetitor orang Yunani yaitu Persia. Orang Persia yang kaya tinggal di istana-istana kayu, batu, dan bata. Mereka mempunyai furnitur berlapis nyaman seperti daerah tidur, sofa, dan tempat duduk. Meja-meja dilapisi dengan emas, perak dan gading. Orang kaya juga mempunyai kapal emas dan perak, serta kapal kaca. Mereka juga mempunyai permadani dan karpet.

Orang-orang kaya di kerajaan Persia juga mempunyai taman yang menawan. (Kata kami ‘surga’ berasal dari kata Persia untuk taman). Bagi orang lazim segalanya betul-betul berbeda. Mereka tinggal di gubuk simpel yang terbuat dari batu bata lumpur. Seandainya mereka cukup kaya mereka mungkin tinggal di rumah sebagian kamar yang dibatasi di sekitar halaman. Tetapi orang miskin tinggal di gubuk cuma satu kamar. Perabotan apa bahkan betul-betul mendasar.

Rumah Celtic

Pada 650 SM, orang yang disebut Celt tinggal di Perancis dan Kepulauan Inggris. Bangsa Celt tinggal di rumah-rumah bundar. Mereka dibangun di sekitar kutub tengah dengan kutub horizontal memancar keluar dari sana. Mereka beristirahat di tiang vertikal. Dindingnya terbuat dari pial dan memulaskan dan atap yaitu jerami. Di sekeliling dinding di dalam pondok terdapat kursi-kursi, yang juga berfungsi sebagai daerah tidur dan rolling door. Bangsa Celtic juga menerapkan tabel rendah.