Modifikasi Kendaraan Dengan Stiker dan Tidak Menyalahi Aturan

Di dunia modifikasi, salah satu komponen yang sering mendapatkan perubahan ialah tampilan warna kendaraan. Sistem perubahannya dapat menerapkan cat atau stiker yang dikala ini teknologinya telah kian menyerupai cat orisinil. Namun bagaimana dengan keautentikan surat-surat kendaraan hal yang demikian? Kasie STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Bayu Pratama perubahan warna yang berbeda dengan warna dasar kendaraan termasuk dalam golongan penggantian warna.

“Ini pantasnya langsung diurus perubahan surat kendaraanya sebab warna telah berbeda. Tak cocok dengan keautentikan surat kendaraan. Seandainya berbeda antara surat dan warna kendaraan tentu tak resmi dan berpotensi untuk melanggar regulasi,” sebut Bayu dikala dihubungi.

Tetapi Bayu menyuarakan selama ini modifikasi yang tak mengganti warna dasar secara keseluruhan tak termasuk dalam penggantian warna. Modifikasi seperti ragam cetak sticker kendaraan yang tak menutup semua badan kendaraan beroda empat tak termasuk golongan pelanggaran.

Berbeda dengan modifikasi stiker wrap yang dikala ini banyak ditawarkan menutupi semua badan kendaraan. Apabila mempunyai perbedaan warna dengan warna dasar masuk pelanggaran. “Jika stiker tak menutup keseluruhan badan kendaraan beroda empat, cuma sedikit, artinya tak merubah warna kendaraan. Tak masuk pelanggaran,” sebut Bayu.

Ini dapat dimanfaatkan pemilik kendaraan yang bosan dengan kendaraannya, jikalau berharap penyegaran bisa memilih warna yang cocok dengan yang tertera di surat kendaraan. Atau divariasikan dengan penerapan stiker yang tak menutup semua badan kendaraan. Risiko pemilik kendaraan yang kedapatan dikala razia atau pemeriksaan mempunyai warna kendaraan yang berbeda dengan surat kendaraan, cocok pasal 288 dari UU No 22 tahun 2009 ialah kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak.