Estetika Rumah Allah di Tepian Adriatik Masjid Terindah

Beribadah di mesjid satu ini terasa semacam itu berbeda. Jikalau di daerah sujud lain jamaah cuma menatap estetika bangunan, karenanya di mesjid Hasan II, mereka bisa mengamati satu estetika lain, merupakan permukaan laut Atlantik. Luar lazim.

Jikalau beramai-ramai mengunjungi mesjid itu, karenanya seorang pemandu akan da tang menemani berkeliling mesjid selama 45 menit sampai satu jam. Ada sebagian bahasa pengantar yang dapat dipilih, termasuk Inggris. Selama tur berlangsung, meskipun tak diwajib kan berkerudung, pengunjung akan di meminta mengenakan baju yang sopan atau tertu tup. Mereka dibiarkan mengambil gam bar, tapi tak untuk merekam video.

Karakteristik istimewa Mesjid Hassan II berlokasi pada letaknya yang berada di atas konstruksi serupa pentas besar yang dibangun di atas permukaan air Atlantik. Uniknya lagi, beberapa lantai kayu mesjid dijadikan dari kaca sehingga mereka yang beribadah di sana bisa bersujud ideal di atas laut. Ha nya saja komponen ini lebih banyak dipakai untuk kebutuhan kerajaan dan tertutup bagi pengunjung biasa.

Komponen atas bangunan Mesjid Hassan II merupakan sebuah atap geser otomatis. Jikalau dibuka, para jamaah akan secara seketika berpayung langit dan berkontemplasi de ngan cip taan Allah itu (seperti keinginan Raja Hassan II). Atap ini dibuka cuma pada dikala-dikala tertentu. Tidak cuma itu, konstruksi mas jid terbesar di Maroko ini didesain sedemi ki an rupa untuk dapat membendung getaran gempa.

Komponen depan Mesjid Hassan II memakai bermacam-macam bahan seperti titanium, perunggu, dan granit. Ruangan utamanya berukuran panjang 200 meter, lebar 100 meter, dan tinggi 65 meter. Ruangan itu mencakup ruang utama sholat di lantai dasar serta daerah wudhu dan kamar mandi biasa yang mempunyai pintu masuk sendiri dan berlokasi di basement.

Mesjid Hassan II juga mempunyai lantai yang dapat dihangatkan. Hal itu dialamatkan supaya Muslim bisa beribadah dengan nya man di mesjid itu meskipun pada musim dingin se kalipun. Pintu-pintunya juga digerak kan oleh listrik. Secara biasa, gaya bangunan ini memperlihatkan dampak kuat Moor, penduduk wilayah Maghrib yang didominasi oleh bang sa Barbar dan Arab. Dia mengingatkan pada kon struksi Alhambra dan Mezquita di Spanyol.

Lengkungan-lengkungan tapal kuda tersebar luas, bagus di komponen interior ataupun eksterior mesjid. Dinding-dinding serta tiang-tiang interiornya diukir secara hati-hati dengan aneka pola dan warna yang cantik.

Kecuali pada dinding dan tiang, estetika luar biasa juga bisa ditemukan pada komponen langit-langit yang hampir seluruhnya berias ornamen bermacam-macam warna. Beberapa langit-langit hal yang demikian juga kelihatan elegan dengan ornamen ukiran berbahan dasar kayu.