Prediksi Bisnis Cerdas Dengan Belajar Data Science

Era revolusi industri 4.0 nampaknya memberikan kekhawatiran energi manusia akan digantikan teknologi. Tetapi, justru disinilah kesempatan tiap individu yang berkeinginan memaksimalkan diri di era industri baru ini dengan bantuan teknologi, salah satunya teknologi Artificial Intelligence ( AI).

Dalam pengaplikasiannya, salah satu konsep AI yang dikala ini sedang popularitas di industri bisnis merupakan pengunaan machine learning, atau teknologi canggih peramal bisnis. Kenapa disebut demikian? Sebab machine learning cakap mengolah data, mengklasifikasikan, membikin pemodelan, sampai menciptakan suatu analisa yang bisa diterapkan sebagai pertimbangan pengambilan keputusan dalam bisnis.

Lebih rinci, Marsya Juwita Aderizal, Product Marketing Manager Microsoft Indonesia menjabarkan pengerjaan serta pemanfaatan machine learning di bermacam-macam industri dalam aktivitas meet-up kedua Data Science Enablement Program lalu.

Machine Learning untuk pengambil keputusan Sebagai komponen dari misi Microsoft menuju data driven business, bermacam-macam tools pendorong bisnis untuk mengimplementasi AI acap kali dihasilkan, mulai dari Office 365, Power BI, dan yang paling mutakhir Azure Machine Learning. Office 365 dan PowerBI bisa menolong bisnis memperhatikan data historis dalam format laporan ataupun interactive dashboard. Tetapi, apabila berkeinginan menerima insight lebih tajam, bersifat prediktif, juga bisa memberi anjuran terpercaya, dibutuhkan program machine learning yang telah terlatih.

Dikala membikin prediksi contoh menurut kriteria-kriteria dimiliki untuk menciptakan suatu inisiatif baru, machine learning bisa memperlihatkan ketepatan potensi inisiatif yang akan dilaksanakan serta bisa menekan risiko yang sebelumnya tak kelihatan.

Pemakaian AI dan machine learning Sebuah studi dari Gartner Global Research memperlihatkan bahwa di tahun 2020, 85% pelaku usaha di dunia akan memasukkan teknologi AI paling tak dalam satu pengerjaan di metode internalnya.

Tidak heran jikalau dikala ini teknologi AI dan machine learning sedang ramai diperbincangkan dan digunakan di bermacam-macam industri. Di industri keuangan umpamanya, teknologi AI sudah diterapkan lewat chatbot untuk berinteraksi dengan pelanggan, credit analysis atau risk analysis, serta fraud detection menjadi lebih pesat dan jitu.

Chatbot juga sungguh-sungguh berkhasiat dalam meningkatkan produktivitas customer service. Menurut survei dari 86 bank, ditemukan bahwa pemakaian AI bisa meningkatkan pendapatan bank sebesar 3,4% dan menurunkan pengeluaran mereka sebesar 3,9%.