Guru Wajib Mengajarkan Kepada Murid Sikap Saling Menghargai Satu Sama Lain

saint monica kelapa gading

 

Menteri Pengajaran dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, motivasi multikulturalisme membuka ruang untuk saling menghargai tiap-tiap perbedaan sedangkan ada ketidaknyamanan.

Untuk itu, dirinya menekankan seorang pengajar semestinya memiliki tanggung jawab kepada kultur saling menghargai.

Hal ini diberi tahu Muhadjir Effendy di depan peserta Hari Studi Majelis Nasional Pengajaran Katholik di Hotel Horisson, Jayapura, Sabtu 24 November 2018 lalu.

Baca Jugahttps://biz.kompas.com/read/2018/10/09/162604728/saint-monica-jakarta-school-sekolah-yang-penuh-dengan-prestasi

Muhadjir menambahkan, membiasakan diri hidup dalam keberagaman penting dilembagakan di lingkungan pengajaran.

“Ini semestinya menjadi tanggungjawab sosial para pengajar. Tak ideal kalau kita gampang menuduh pihak lain intoleran sebab semata mereka mengenakan atribut simbolik tertentu. Jangan hingga niat memperjuangkan toleransi namun terjebak pada sikap intoleransi. Perlu ada keterbukaan dan dialog mencari solusi bersama,” katanya seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Pekan (25/11/2018) lalu.

Kesibukan ini dihadiri 300 peserta yang adalah perwakilan dari Majelis Pengajaran Katholik dan Institusi Pengajaran Katholik se-Indonesia dari 37 keuskupan.

Pertemuan tahunan kali ini mengangkat tema Penguatan Pengajaran Karakter Berbasis Multikultur Menuju Peradaban Beri.

Ia menuturkan, kekhawatiran akan berkurangnya iman seseorang saat bergaul dengan penganut agama lain tak berdalih.

Justru poin-poin keberagaman dan memperluas ruang-ruang dialog menjadi hal mendasar dalam penguatan pengajaran karakter yang selama ini digulirkan Kementerian Pengajaran.

“Aku mendorong upaya institusi-perekat baga pengajaran swasta seperti yang dibawah institusi Katholik ini untuk memperkaya pengajaran karakter cocok konteks kultur daerahnya,” ujar Muhadjir.

Dalam peluang yang sama, Ketua Majelis Nasional Pengajaran Katholik Romo Darmin mengapresiasi kebijakan Penguatan Pengajaran Karakter.

“Kami berkeyakinan pengajaran karakter semestinya mengafirmasi realitas multikulturalisme bangsa. Tanah Papua ini mencerminkan keberagaman. Pengajaran yang mengesampingkan kultur akan kehilangan pijakannya,” pungkas pengurus Komisi Pengajaran Konferensi Waligereja Indonesia.

 

Baca Juga: saint monica kelapa gading