Mesin Parut Kelapa Portable yang Inovatif dan Sederhana

mesin parut kelapa

Karya-karya simpel tapi inovatif dari buah hati-buah hati muda yang menjadi finalis versi National Young Inventor Awards (NYIA) ke-3 akan dipamerkan di gedung Institusi Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta, Kamis (21/10/2010) lalu.

Sebanyak 15 finalis dari umur 8-18 tahun akan berkompetisi di gelanggang ini dan pemenangnya akan dikirim ke International Exhibition for Young Inventors (IEYI) di Vietnam pada 16-18 Desember 2010. Salah satu karya yang akan ditampilkan itu yakni alat pemarut kelapa manual dan otomatis karya regu SMA Semesta Bbs Semarang.

“Pandangan aku berawal sebab memperhatikan ibu-ibu rumah tangga yang tak praktis dikala memarut kelapa, dikala memarut juga betul-betul buang energi,” ujar Fauzul Azhlim, siswa kelas 2 SMA Semesta Bbs Semarang.
Fauzul menuturkan, dari situ ia mencari pandangan baru untuk membikin mesin parut kelapa portable tapi hemat energi dan uang.

“Pelaksanaan pembuatan mesin kelapa ini aku lakukan selama seminggu,” lanjut Fauzul.

Lain lagi dengan karya Viany, siswi SMA Yakobus Jakarta, satu-satunya peserta individu di gelanggang ini. Viany menampakkan karyanya berupa Daerah Penampung Tetesan Es Krim.

“Pandangan aku berawal dikala memperhatikan buah hati kecil makan es krim yang acak-acakan, kemudian tercetus pandangan baru ini supaya makan es krim dengan praktis tanpa acak-acakan,” imbuh Viany yang duduk di kelas 1 SMA ini.

Viany menambahkan, pelaksanaan pembuatannya betul-betul gampang. Cuma dalam waktu tiga hari alat ini telah bisa dibuatnya. Pihak sekolah bahkan, kata ia, betul-betul mendorong dengan karyanya ini.

Grace Sheila, dari SMA Stella Duce I Yogyakarta, lain lagi. Grace menghadirkan karya Protektor Sothil, merupakan alat untuk melindungi tangan dan muka dari cipratan minyak goreng.

“Usulnya timbul dikala memperhatikan ibu aku menggoreng ayam, ikan, atau kentang, kerap terkena cipratan minyaknya. Kemudian kita buat media ini untuk melindungi tangan,” lanjut Grace, siswi kelas 2 SMA.

Grace menambahkan, dirinya dan kawan-kawan ingin dapat memenangkan pertandingan ini.

“Tetapi, sekiranya tak menang juga tak apa-apa, dapat menjadi salah satu finalis dan menumbangkan sebagian ratus peserta lainnya aku telah bahagia,” lanjut Grace.

 

Baca Juga: las listrik