Selama Satu Dekade, Okupansi Kantor Non-CBD

Service Office Indonesia – Seperti di central business district (CBD) atau sentra bisnis Jakarta, pasokan perkantoran baru di zona non-CBD Jakarta juga bertambah secara signifikan. Sepanjang 2016, pasokan kantor baru di wilayah ini tercatat hampir menempuh 330.000 meter persegi. Sementara perembesannya cuma 100.000 meter persegi.

Tetapi, angka ini melampaui tingkat serapan ruang kantor di CBD Jakarta. Sebagai ilustrasi, menurut hasil riset JLL, peresapan ruang kantor atau yang telah tersewa di CBD sepanjang 2016 cuma di atas 50.000 meter persegi. Sementara pada tahun 2015, peresapan ruang kantor di non-CBD tercatat lebih dari 120.000 meter persegi. Bila dibandingi pada tahun yang sama, ruang kantor yang tersewa di CBD tak hingga 50.000 meter persegi.

“Tingkat peresapan kantor non-CBD di atas rata-rata CBD selama 10 tahun terakhir,” ujar Head of Research JLL Indonesia James Taylor, di Jakarta, Rabu. Adapun menurut tingkat okupansi, 76 persen ruang kantor di zona non-CBD sudah terhuni.

Menurut lokasi, non-CBD di Jakarta Selatan okupansinya sebesar 74 persen, Jakarta Barat 82 persen, Jakarta Utara 66 persen, Jakarta Timur 90 persen, Jakarta Sentra 90 persen, dan Simatupang 66 persen. Secara sempurna, pasokan kantor non-CBD dikala ini sebanyak 2,6 juta meter persegi dengan proyeksi penambahan pada waktu akan datang sebanyak 500.000 meter persegi.

Survei Global State of Information Security Lapangan 2017, yang diterbitkan PricewaterhouseCooper (PwC) berprofesi sama dengan majalah CIO dan CSO, menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia sudah memutakhirkan praktik keamanan siber mereka dengan 38% responden mengungkapkan sudah mengerjakan investasi untuk meningkatkan keamanan infrastruktur mereka.

Namun perusahaan konsisten menghadapi tantangan padahal segala teknologi baru terus masu para pekerja mengatakan hal terbaik yang dapat dikerjakan perusahaan untuk meningkatkan produktivitas mereka merupakan menentukan teknologi yang ditawarkan bisa berfungsi secara efisien.

Pemborosan waktu terbesar selama berprofesi merupakan program software dan perangkat yang lambat atau acap kali mengalami glitch, bukan rapat atau percakapan basa-basi.

Rupanya pengalaman karyawan secara intrinsik terkait erat dengan kemauan mereka dari sebuah smart office dan amat penting bagi pendapatan perusahaan. Jadi, pastikan menyediakan software dan perangkat handal untuk memberdayakan karyawan , bukan menghalangi mereka, bagus dikala mereka berada di kantor atau berprofesi secara remote.

Berikutnya, buat agenda investasi sumber energi bentang panjang yang mengedepankan retensi karyawan dan teknologi sebagai line item yang tak terpisahkan.

 

Artikel Lainnya Dari : Serviced Office TB Simatupang