Kasus Memasang Cincin Secara Paksa Terjadi di Bandung

Kasus Memasang Cincin Secara Paksa Terjadi di Bandung

cincin berlian wanita – Adalah David Timotius Tantosa (25) berurusan dengan polisi berakhir memasang cincin secara paksa terhadap seorang mahasiswi Ratu Shelma (21) sampai terluka. Bukan cuma sekali, terbukti David telah enam kali beraksi dengan target perempuan indah.

Aksi David acap kali dilaksanakan di sejumlah mal ternama di Kota Bandung. Dari pengakuannya, tercatat mal-mal contohnya 23 Paskal, Bandung Menawan Plaza (BIP) sampai Istana Plaza jadi daerah David ‘memburu’ mangsa.

“Telah enam kali,” sebut pria berkacamata itu ketika ditanya wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (19/3/2018).

David mengaku bergerak sendiri dalam melaksanakan aksinya. Dia beralasan, perbuatannya itu dilaksanakan untuk latihan drama. Menurutnya, bulan depan, dia akan menjadi pemeran utama dalam panggung drama yang akan digelar di salah satu mal.

Untuk menolong latihannya, dia menyasar sejumlah wanita guna dibuat ‘lawan’ main ketika latihan. Perempuan dipasangkan cincin cocok adegan yang ada dalam drama tesebut.

David memilih wanita indah untuk dibuat ‘sahabat’ latihan. Melainkan tidak seluruh wanita berkeinginan dipakaikan cincin olehnya. “Aku cari yang indah sih,” kata David.

Cincin yang dia pakaikan dibeli dari salah satu gerai di sebuah mal. Dengan harga Rp 5 ribu, David telah dapat menerima cincin yang cocok dengan ukuran jarinya.

“Aku beli di kios. Carinya yang seukuran sama jari aku saja,” ungkapnya.

Aksi David tidak seluruhnya berjalan mulus. Sebagian wanita yang dia temui, kadang menolak dipasangkan cincin. “Ada yang berkeinginan ada yang enggak (dipakaikan cincin),” tandasnya.

Melainkan pada kesudahannya, dia berjumpa dengan Shelma di mal Jalan Pajajaran pada Senin (12/3) minggu lalu. Dikala itu dia berkenalan dan minta bantuan Shelma untuk menjadi ‘sahabatnya’ berlatih. Singkat cerita, Shelma berkeinginan dengan prasyarat cincin cuma hingga separuh masuk.

Melainkan kesudahannya, David justru memasukkan cincin berbahan metal itu sampai ke dalam jari manis lengan kanannya. Shelma berupaya melepas cincin mengaplikasikan beragam metode, tapi gagal.

Sampai kesudahannya dia menuju ke rumah sakit Melinda yang tidak jauh dari mal itu. Pihak rumah sakit tidak mampu melepaskan cincin dari jemari Shelma. Korban kemudian menuju ke rumah sakit lain di RS Advent. Serupa dengan rumah sakit pertama, cincin yang terpasang tidak mampu dilepaskan. Pun kedua rumah sakit memberi saran untuk amputasi.

“Kedua rumah sakit pun memberi saran untuk diamputasi,” kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana.

Tidak mau hingga jarinya diamputasi, Shelma bergegas ke RS Hasan Sadikin. Di rumah sakit itulah, kesudahannya cincin bisa dilepas meskipun sepatutnya mengaplikasikan alat yang mirip tang.

Aksi pemasangan cincin kesudahannya dilaporkan orang tua Shelma, Rickie Ferdinansyah (48) ke Polrestabes Bandung. David malah dibekuk sekitar empat jam berakhir kejadian. “Ini termasuk penganiayaan, sebab korban dapat mengalami cacat,” kata Yoris.

Artikel Terkait: jakarta jewelry store