Siasati Tarif Hidup Kuliah di Luar Negeri

kuliah di luar negeri

Freelancer Indonesia – Tak menerima beasiswa penuh ketika melanjutkan studi master di Belanda tidak membikin Archi Swasti patah arang. Mengingat tak seluruh orang mendapatkan kans emas hal yang demikian, penerima Orange Tulip Scholarship (OTS) di University of Amsterdam (UVA) itu wajib mahir menyiasati tarif hidup selama 1,5 tahun.

“Jikalau tuition fee kan telah ditanggung oleh beasiswa, jadi waktu itu saya tinggal berdaya upaya untuk living fee,” sebutnya di Kantor Nuffic Neso, belum lama ini.

Tarif hidup di Belanda diakui Archi memang tak murah. Apalagi, tarif daerah tinggal di Amsterdam cukup tinggi. Tetapi, berdasarkan ia tinggal di kota punya sebagian profit.

“Jikalau kita kuliah di kota-kota pinggiran, tiap ada libur pasti berharap main. Namun sebab saya telah tinggal di kota besar (Amsterdam), jadi semuanya tersedia, enggak perlu ke mana-mana,” tuturnya.

Archi membeberkan, selama tinggal di Belanda ia menghemat pengeluaran makan dengan tak kerap kali jajan di luar. Walaupun untuk transportasi, Archi memanfaatkan sepeda sebagai moda transportasi andalan.

“Di sana kan nikmat jalannya, jadi ke mana-mana naik sepeda,” imbuhnya.

Archi sendiri yakni satu-satunya pelajar Indonesia yang ada di fakultasnya. Pasalnya, sebagian kandidat yang punya kans mendapatkan beasiswa OTS justru tak jadi mengambil lantaran beasiswa yang diberi tak meliputi tarif hidup sehari-hari.

“Ya, bila tarif hidup itu kan masih dapat diakali. Dapat juga kerja online part time dan sebagainya. Dan sebab berharap lanjut kuliah di luar negeri jadi saya konsisten ambil beasiswa ini. Melainkan penting tuition fee-nya telah ditanggung sebab itu kan paling membebani,” tandasnya.

KTH Royal Institute of Technology, Swedia

Beralih ke Swedia yang notabenenya sebagai daerah mengenyam pengajaran terbaik, ternyata bukan cuma segi kwalitas pendidikannya saja. Namun juga tarif kuliahnya. Ya, universitas di Stockholm ini juga menawarkan tarif kuliah 0 poundsterling alias nol tarif kuliah. Tetapi, tak seperti dua universitas di atas yang menawarkan tarif hidup, di Swedia ini kau wajib membiayai hidup sendiri yang berkisar GBP4.569 atau berimbang dengan Rp78,5 juta.